Jumat, 20 Desember 2013

Makalah Sosiologi : MASYARAKAT PRODUKTIF



 

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
B.  Tujuan
C.  Manfaat
BAB II PEMBAHASAN
A.  Pengertian
B.  Tahapan Masyarakat Produksi
C.  Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Produksi Masyarakat
D.  Ciri - Ciri Masyarakat Produksi Tinggi dan Rendah
BAB III Penutup
A.  Kesimpulan
B.  Saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG
Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang pola hidupnya konsumtif. Padahal  sebagai suatu negara yang under-developed, seharusnya rakyatnya berpacu dalam investasi dan produksi.
Di negara-negara yang berhasil bangkit dari keterpurukan Perang Dunia ke-II seperti Jepang, Korea, dan India, dan juga Vietnam yang baru saja lepas dari kemelut perang saudara, mereka lebih memiliki perilaku produktif. Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah mereka yang berhasil membangkitkan semangat “simple living high thinking.” Artinya memelihara hidup yang sederhana tetapi selalu berpikiran maju. Sebaliknya di Indonesia, masyarakat berpola terbalik : “simple thinking high living.”
Dapat kita lihat contoh nyatanya, Indonesia telah menjadi daerah pemasaran berbagai hasil industri dari negara-negara maju. Barang-barang konsumtif seperti mobil, sepeda motor, alat-alat elektronik, handphone, dan lain-lain melimpah ruah di pasaran Indonesia, serta mudah diperoleh dengan sistem kredit.
Pola konsumtif ini dipacu oleh maraknya iklan-iklan di media cetak dan elektronik seperti: TV, Radio, dan lainnya. Kebiasan berpikir konsumtif tidak mendidik dan merupakan racun kehidupan bagi generasi penerus bangsa ini. Pemerintah pun “terpaksa” harus terus-menerus menimbun hutang luar negeri.
Karena pentingnya pola perilaku masyarakat di atas, kami tertarik mengangkat topik mengenai masyarakat produktif di lingkungan sekitar.

B.       TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui bagaimana pengertian masyarakat produktif,
2.      Untuk mengetahui bagaimana tahapan-tahapan masyarakat produktif,
3.      Untuk mengetahui apa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi masyarakat,
4.      Untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri masyarakat produktif.



C.      MANFAAT
Adapun manfaat yang diharapkan melalui dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Kita dapat mengetahui bagaimana pengertian masyarakat produktif,
2.      Kita dapat mengetahui bagaimana tahapan-tahapan masyarakat produktif,
3.      Kita dapat mengetahui apa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi masyarakat,
4.      Kita dapat mengetahui bagaimana ciri-ciri masyarakat produktif.

D.    METODE
Adapun metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah menggunakan studi kepustakaan melalui referensi buku dan internet yang relevan dengan materi ini serta pengamatan langsung di lingkungan sekitar.




BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian
1.         Produksi
Produksi adalah proses kegiatan manusia mengubah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi. Atau dengan kata lain produksi adalah proses untuk menambah nilai guna suatu barang untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia.
2.         Masyarakat
·         Menurut Selo Sumardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
·         Menurut Karl Marx
Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
·         Menurut Emile Durkheim
Masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
·         Menurut Paul B. Horton & C. Hunt
      Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.
3.      Masyarakat Produktif
            Masyarakat produktif dapat diartikan sebagai sekumpulan manusia yang memiliki pola perilaku cenderung lebih banyak menghasilkan sesuatu barang yang bernilai lebih. Masyarakat produktif adalah masyarakat yang mampu mengelola sumber daya - sumber daya di sekitarnya baik itu barang primer, barang sekunder, maupun barang tersier ataupun barang lain yang bisa dipersamakan dengan itu.



B.     Tahapan masyarakat Produksi
Adapun tahapan masyarakat produksi adalah sebagai berikut:
1.      Pertama, masyarakat produksi primer yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi. Misalnya masyarakat yang mempunyai usaha di bidang pembuatan tahu yang mengolah kedelai sebagai bahan mentahnya dan dengan output tahu mentah sebagai barang setengah jadinya.
2.      Kedua, masyarakat produksi sekunder yang kegiatannya mengelola bahan setengah jadi menjadi bahan jadi. Misalnya yang masih terkait dengan contoh diatas, tahu mentah diolah menjadi gorengan.
3.      Ketiga, masyarakat produksi tersier yang kegiatannya menjual jasa atau mendistribusikan hasil barang jadi. Misalnya menjual gorengan yang telah diproduksi oleh masyarakat produksi sekunder.

C.     Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Produksi Masyarakat
1.        Letak geografis
Letak geografis ini mempengaruhi jenis produksi masyarakat.
Contohnya:
·      Masyarakat yang hidup di daerah tepi pantai cenderung memproduksi produk –  produk yang berhubungan dengan hasil laut contohnya: petani garam, petani ikan / tambak.
·      Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan usahanya cenderung di bidang pertanian misalnya sayur – mayur.
2.      Latar Belakang Sejarah
            Latar belakang sejarah keluarga juga mempengaruhi jenis produksi seseorang/ masyarakat. Misalnya:
·      Seseorang yang latar belakang sejarah keluarganya pengusaha, akan cenderung bekerja pada bidang yang sama ( turun- temurun).
·      Seseorang yang latar belakang sejarah keluarganya adalah dokter, maka cenderung  juga akan berprofesi sebagai dokter.
3.      Sumber Daya Alam & Sumber Daya Manusia
·      Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang terdapat di suatu tempat atau daerah akan mempengaruhi hasil produksinya. Misalnya : Negara yang sumber daya alam melimpahnya berupa minyak bumi dan gas alam, akan cenderung memproduksi bahan bakar minyak. 
·         Sumber Daya Manusia
Pandangan hidup, tingkat kebudayaan, sikap – sikap atau penilaian masyarakat suatu tempat akan berpengaruh terhadap pekerjaan, akses untuk mendapatkan informasi, besar – kecilnya keinginan untuk memperbaiki diri secara kreatif dan otonom akan mempengaruhi tingkat produktifitasnya.
4.      Adat – Istiadat(Etnik) dan Agama
            Secara umum semakin besar keanekaragaman etnik dan agama di suatu daerah semakin besar gejolak internalnya. Misalnya :
·         Adat-istiadat (Etnik)
Keanekaragaman komposisi etnik juga dapat mempengaruhi produksi suatu masyarakat. Keberagaman menjadi sumber kreativitas dan inovasi. Keberagaman memang bisa menimbulkan konflik, tetapi bisa juga menimbulkan kerjasama dan menciptakan sinergi.
·         Agama
Agama dapat berpengaruh pada produksi masyarakat. Seseorang yang beragama Islam cenderung menghindari/ tidak berusaha di bidang industri makanan yang melibatkan daging babi. Karena daging tersebut termasuk haram bagi umat muslim, sehingga ada keengganan. Sedangkan yang beragama nonmuslim, tentu banyak usaha yang bisa dilakukan dengan daging babi tersebut, misalnya: lauk, bakmi, soup, dll.
5.      Iklim
            Iklim akan mempengaruhi jenis produksi suatu masyarakat.Misalnya:
·         Daerah yang beriklim tropis akan sangat cocok untuk pertanian padi, sehingga banyak masyarakat yang berprofesi menjadi petani padi.
6.      Regulasi pemerintah
            Regulasi/ peraturan pemerintah dapat mempengaruhi produktifitas masyarakatnya. Misalnya:
·         Pemerintah yang memberikan kemudahan bagi masyarakatnya untuk mendirikan suatu usaha untuk berproduksi, akan dapat mendorong peningkatan produktifitas masyarakatnya



7.      Gender
            Gender juga dapat mempengaruhi produktifitas seseorang. Misalnya:
·         Dengan kemampuan yang dimiliki(fisik dan mental), produktivitas pria cenderung lebih tinggi dari wanita.
8.      Gizi
            Tingkat asupan gizi juga dapat mempengaruhi tingkat produktifitas seseorang/suatu masyarakat. Misalnya:
·         Seseorang yang kecukupan gizinya terpenuhi akan membuat badan sehat,kuat, dan fit untuk melakukan sesuatu/ bekerja. Dan produktifitas orang yang gizinya terpenuhi, tentu akan lebih tinggi dari orang yang asupan gizinya belum terpenuhi yang kurang fit, sehat, kuat.
9.      Usia
            Usia tentu sangat mempengaruhi tingkat produktifitas seseorang/masyarakat. Yang berusia sudah banyak, tentu produktifitasnya akan menurun disbanding dengan yang masih berusia muda.
·         Produktifitas seorang kakek yang berusia 65 tahun akan menurun dan lebih rendah dibanding produktifitas seorang muda yang masih 25 tahun.

D.   Ciri-ciri Masyarakat Produksi Tinggi dan Rendah
              Adapun ciri-ciri masyarakat berproduksi tinggi dan rendah akan dijelaskan berikut di bawah ini.
·         Ciri masyarakat berproduksi rendah :
Masyarakat berproduksi rendah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-    Produktivitas rendah
Penggunaan kemampuan manusia yang rendah dalam waktu atau skala tertentu,
-    Pendapatan rendah
Pendapatan yang hanya cukup/ kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
-    Standar hidup relatif rendah
Standart hidup rendah dapat dimanefistasikan sebagai : kemiskinan, perumahaan yang kurang layak, kesehatan yang buruk, bekal pendidikan minim, atau bahkan tidak ada sama sekali, angka kematian bayi yang tinggi, harapan hidup yang relative rendah, dan peluang mendapatkan pekejaan rendah.

-    Beban ketergantungan tinggi
Jumlah masyarakat di usia tidak produktif, lebih banyak dari pada masyarakat produktif, sehingga angka ketergantungan tinggi.
-    Umumnya memproduksi produk primer
Yaitu produk yang masih alami dan tidak mengalami perubahan bentuk.
·         Ciri masyarakat berproduksi tinggi:
Masyarakat berproduksi tinggi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-    Produktivitas tinggi
Mempergunaka kemampuan maksimal manusia dalam waktu atau skala tertentu,
-    Pendapatan tinggi
Pendapatan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bahkan bisa untuk menabung.
-    Standar hidup relatif tinggi
Standart hidup relative tinggi dapat dimanefistasikan sebagai : Pendapatan tinggi, perumahaan yang layak, kesehatan yang baik, bekal pendidikan cukup, angka kematian bayi yang rendah, harapan hidup yang relative tinggi, dan peluang mendapatkan pekejaan tinggi.
-    Umumnya memproduksi barang tersier
Yaitu produk yang memfasilitasi produk primer dan sekunder, misalnya transportasi, perbankan dan hotel. (bidang jasa).



BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
                     Berdasarkan pembahasan, adapun kesimpulan yang bisa ditarik dalam makalah ini adalah:
1.      Perilaku produktif sangat diperlukan bagi masyarakat, terutama masyarakat negara yang sedang berkembang seperti Indonesia.
2.      Sangat perlu dikembangkan pola “simple living high thinking”  daripada “simple thinking high living.”
3.      Tahapan masyarakat produksi ada 3, yaitu masyarakat produksi primer, sekunder, dan tersier.
4.      Ada banyak faktor yang mempengaruhi produksi masyarakat, diantaranya: letak geografis, latar belakang sejarah, SDA dan SDM, adat-istiadat (etnik) dan agama, iklim, regulasi pemerintah, gender, gizi, dan usia.

B.     SARAN
Adapun saran yang bisa penulis berikan adalah sebagai berikut:
1.         Sebaiknya masyarakat konsumtif mulai mempertimbangkan pola hidupnya agar lebih produktif.



DAFTAR PUSTAKA:

kehidupan-sosial-antar-manusia

Tidak ada komentar: